"Singapura menganggap serius penggelapan pajak dan tidak akan menoleransi pusat finansial dan bisnis kami digunakan untuk memfasilitasi kejahatan pajak," kata Kementerian Keuangan Singapura, MOF, dan Otoritas Moneter Singapura, MAS, dalam pernyataannya Rabu (6/4) seperti dikutip dari Channel NewsAsia.
Mossack Fonseca disebut telah membantu 14 ribu klien untuk membuat lebih dari 200 ribu perusahaan cangkang di negara-negara surga pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat Singapura bereaksi atas laporan ini dan mengaku akan mencari bukti-bukti adanya pelanggaran pajak.
Ada nama-nama besar dunia dalam bocoran Panama, mulai dari Presiden Rusia Vladimir Putin, keluarga Presiden Xi Jinping, ayah dari Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan atlet sepak bola Argentina Lionel Messi.
Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson menyatakan akan mundur setelah nama istrinya muncul dalam Panama Papers, memiliki perusahaan cangkang di tengah ambruknya perekonomian negara itu.
Menyimpan uang di perusahaan luar negeri bukan tindakan ilegal, namun cara ini banyak digunakan untuk menggelapkan pajak, pencucian uang, berkelit dari sanksi, perdagangan narkotika dan kejahatan finansial lainnya.
"Singapura menegaskan komitmennya dalam standar berbagi informasi yang disepakati secara internasional," kata MOF dan MAS. (ama)