Menurut Jendera David Rodriguez, dikutip CNN, Jumat (8/4), komandan Komando Amerika Serikat di Afrika, intelijen AS memperkirakan jumlah anggota ISIS di Libya saat ini antara 4.000 sampai 6.000, meningkat dua kali lipat dibanding penilaian 12 hingga 18 bulan lalu.
Lihat juga:Kapal Induk Termahal AS Akan Segera Melaut |
Sejak tahun 2014, Libya terbagi menjadi dua pemerintahan, di Tripoli dan di bagian timur negara itu. Desember lalu, tercipta pemerintahan nasional yang diharapkan mampu menyatukan negara itu dalam melawan ISIS dan menciptakan kestabilan di Libya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus mengincar target yang merupakan ancaman bagi kepentingan dan personel Amerika Serikat di Libya," kata Rodriguez. (den)