Maassen pada Sabtu (9/10) menyatakan kepada surat kabar Jerman, Welt am Sonntag bahwa ISIS ingin melakukan serangan terhadap Jerman dan kepentingan Jerman, namun menambahkan, "Pada saat ini kami tidak melihat adanya rencana serangan teroris yang konkrit di Jerman."
Ancaman teror ISIS muncul pekan ini akibat beredarnya video ISIS pada Selasa (5/4) lalu yang menunjukkan kelompok militan ini mungkin melakukan serangan lanjutan di negara Barat, usai serangan bom di Brussels, Belgia dan Paris, Perancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maassen mengatakan ada beberapa kasus yang menghubungkan warga Jerman yang kembali dari Suriah terhadap sejumlah rencana serangan dan memperingatkan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok jihadis ini terhadap Jerman tetap "berbahaya."
Dia menyatakan Jerman telah berhasil menghindari serangan berkat kerja keras otoritas keamanan. Meski demikian, Maassen juga menilai Jerman beruntung karena dalam satu atau dua kasus detonator bom yang ditanam terduga ISIS di wilayah Jerman tidak meledak.
Ditanya berapa banyak ekstremis Islam di Jerman yang dianggap sangat berbahaya, Maassen menyatakan terdapat sekitar 1.100 ekstremis yang dipandang berpotensi meluncurkan serangan terorisme.
Maassen menyatakan pihaknya menyadari terdapat sekitar 300 upaya dari para ekstremis untuk merekrut anggota dari para pengungsi yang mencari suaka ke Jerman.
"Saya sangat prihatin dengan banyaknya anak-anak pengungsi yang datang tanpa pengawasan orang tua, kelompok ini yang ditargetkan," katanya sembari menambahkan bahwa dia melihat adanya "potensi radikalisasi besar" dalam upaya ini untuk merekrut anggota. (ama)