"Ya, itu benar," kata Moon Sang-gyun, juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita Yonhap pada Senin (11/4), dikutip dari Channel NewsAsia.
Meski mengkonfirmasi hal ini, Moon mengaku tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut.
Lihat juga:Korut Uji Mesin Baru Peluncur Rudal Balistik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian menyatakan para pekerja, 12 wanita dan seorang pria yang mengelola restoran, tiba di Korea Selatan pada Kamis pekan lalu.
Juru bicara kementerian unifikasi, Jeong Joon-hee, mengatakan terdapat keinginan bersama 13 orang ini untuk membelot ke Korsel, dan tidak ada yang menentang ide tersebut. Dia mengatakan para pekerja berada di bawah tekanan dari Pyongyang untuk mengirim uang yang diperoleh dari restoran.
Bisnis restoran Korea Utara dilaporakan melambat setelah pemerintah Korea Selatan mendesak warganya untuk tidak mendatangi restoran Korut menyusul diterapkannya sanksi baru terhadao Pyongyang pada Maret lalu.
Korut juga diganjar sanksi yang lebih keras dan luas oleh Dewan Keamanan PBB karena meluncurkan uji coba bom nuklir pada awal Januari dan mengirimkan satelit dengan roket, yang dikhawatirkan dapat membawa hulu ledak nuklir.
Para pejabat memperkirakan akan semakin banyak pembelot Korut ke Korsel dalam beberapa bulan mendatang. (ama)