Peraturan baru yang diterapkan awal tahun ini diterapkan untuk mengatasi angka kematian lalu lintas yang tinggi di Thailand, terutama di masa liburan.
Itulah sebabnya, liburan Songkran yang dimulai pada 13 April besok mendapatkan julukan "Tujuh Hari dalam Bahaya". Di hari libur ini, lebih dari dua orang tewas dan 160 terluka setiap jamnya di jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggar lalu lintas yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan akan dikirim untuk melakukan kerja amal di kamar mayat rumah sakit," kata kolonel polisi Narongdej Jantanawong, wakil direktur divisi perencanaan tugas khusus.
"Strategi ini digunakan untuk membuat pelanggar lalu lintas jera mengemudi sembarangan atau berkendara dalam keadaan mabuk. Hal ini bertujuan untuk menjadi pencegahan," lanjut Narongdej.
"Mereka harus melihat kerusakan fisik dan mental yang sebenarnya," katanya. "Di kamar mayat, mereka harus membersihkan dan memindahkan mayat, mudah-mudahan mereka akan merasakan sakit, semoga mereka dapat memahami dan mendapat hati nurani yang baik sehingga bisa lebih aman di jalan-jalan." (den)