Seperti dikutip Reuters, dalam sebulan terakhir rezim Kim Jong Un telah mengambil langkah yang tidak biasa dilakukan pemerintahan Korut sebelumnya, yaitu menjabarkan persenjataan dalam bentuk foto berwarna uji senjata dan aktivitas militer lainnya melalui media pemerintah. Korut unjuk gigi soal kemampuan rudal balistik antarbenua, ICBM, mereka yang baru.
Lihat juga:Korut Uji Mesin Baru Peluncur Rudal Balistik |
Pengamat mengatakan, bukan tanpa alasan kali ini Korut berani menunjukkan senjata mereka. Kim Jong Un, kata mereka, coba meyakinkan dunia dan rakyatnya bahwa Korut memiliki kekuatan nuklir sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 10 tahun terakhir Korut telah melakukan empat kali uji nuklir, terakhir pada Januari lalu.
"Keterbukaan Korut menunjukkan strategi diplomatis dan militer: penting bagi Pyongyang mereka memiliki kemampuan nuklir ini, dan bagi kita untuk meyakini mereka memiliki kemampuan ini," lanjut Schilling.
Dalam rilis tersebut, Korut menunjukkan uji ICBM pada Sabtu pekan lalu. Para ahli mengatakan, gambar yang diungkapkan Korut menunjukkan mesin dari dua rudal R-27 peninggalan Soviet, digabungkan jadi satu.
Ada kekhawatiran dari para ahli senjata internasional bahwa kemampuan Korut bisa jadi lebih canggih dibanding perkiraan. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada yang tahu persis seperti apa persenjataan Korut.
"Bagi militer normal, perkembangan senjata seharusnya menjadi rahasia. Tapi militer Kim Jong Un telah bertahun-tahun direndahkan oleh Korsel dan AS, jadi mereka ingin meningkatkan ancaman," kata Yang.
Kim bersumpah akan melakukan uji hulu ledak nuklir secepatnya. Korut sebelumnya Maret lalu mengklaim berhasil menemukan teknologi untuk memperkecil ukuran hulu ledak nuklir untuk dipasangkan di rudal. (den)