Tingginya jumlah ini menegaskan nasib pengungsi anak sebagai salah satu persoalan yang harus ditangani di tengah gelombang imigran yang masuk ke Eropa. Dikhawatirkan, pelaku perdagangan manusia memanfaatkan krisis itu dengan memangsa anak-anak yang rentan.
"Ini tidak berarti sesuatu terjadi pada mereka," kata juru bicara Europol. "Sebagian dari anak-anak sebenarnya bisa jadi tinggal dengan kerabatnya. Tapi ini memang berarti bahwa anak-anak berpotensi berisiko."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir the Observer, kepala staff Euoropol, Brian Donald, bulan lalu mengatakan 5.000 anak telah menghilang di Italia saja.
“Bukannya tidak beralasan kita mencari 10 ribu lebih anak-anak. Tidak semua dari mereka dieksploitasi secara kriminal; sebagian dari mereka mungkin diberikan kepada anggota keluarga. Kami hanya tidak tahu dimana mereka, apa yang sedang mereka lakukan atau dengan siapa,” ujar Donald. (stu)