Pusat penelitian nuklir Juelich, yang dekat dengan perbatasan Belgia, merupakan fasilitas yang menyimpan limbah atom. Dalam pernyataannya, fasilitas ini menyatakan bahwa tidak ada indikasi bahaya nuklir di sana dan mereka selalu berkordinasi dengan pihak keamanan dan pengawas nuklir.
Dalam laporan RND disebutkan bahwa Maassen menyatakan kepada komite itu bahwa sejumlah artikel dari internet dan foto kepala Juelich, Wolfgang Marquardt, ditemukan di apartemen Abdeslam. Komite parlemen itu bertugas memantau kinerja dari sejumlah badan intelijen Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik BfV maupun badan intelijen urusan luar negeri (BND) enggan memberikan komentar soal hal ini ketika dihubungi Reuters.
Abdeslam, yang lahir dan besar di Belgia dari keluarga keturunan Maroko, ditangkap pada 18 Maret 2016 di Brussels, ibu kota Belgia. Empat hari setelah penangkapannya, sejumlah serangan bom bunuh diri terjadi di bandara Zaventem dan stasiun metro Molenbeek, menewaskan total 32 orang.
Informasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa kelompok militan mungkin akan mengalihkan serangan mereka ke fasilitas nuklir.