Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir kepada kantor berita Malaysia, Bernama, di sela KTT OKI di Istanbul, Turki, pada Jumat (15/4).
Najib dituduh korupsi setelah muncul laporan di media soal rekening pribadinya yang gendut. Dia dituding "memarkir" dana lembaga investasi 1MDB di rekeningnya melalui berbagai jalur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini, yang kami ketahui, kasus ini telah ditutup," kata Jubeir lagi usai pertemuan bilateral dengan Najib di sela KTT OKI.
Namun kasus yang menimpa Najib bukan hanya uang sumbangan Saudi. Laporan media Wall Street Journal menyebutkan, Najib menerima lebih dari US$1 miliar di rekeningnya dari dana 1MDB.
Lembaga 1MDB diduga mengirim dana itu kepada sebuah perusahaan swasta bernama Aabar Investment PJS Ltd yang terdaftar didirikan tahun 2012 di British Virgin Islands dan mengalir ke beberapa perusahaan lainnya sebelum berakhir di rekening Najib.
Penyelidikan kasus ini kini melibatkan aparat di Malaysia, Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Hong Kong dan Abu Dhabi. (stu)