Bercanda Soal Perkosaan, Capres Filipina Menuai Kecaman

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Senin, 18/04/2016 11:56 WIB
Calon Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuai kecaman karena bercanda soal sebuah kasus perkosaan wanita Australia saat dia menjabat sebagai walikota. Calon Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuai kecaman karena bercanda soal sebuah kasus perkosaan wanita Australia saat dia menjabat sebagai walikota. (Reuters/Romeo Ranoco)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuai kecaman karena bercanda soal sebuah kasus perkosaan wanita Australia. Duterte menolak meminta maaf atas komentarnya tersebut.

Dalam rekaman kampanye yang diunggah di Youtube akhir pekan lalu, Duterte berkomentar soal kasus perkosaan dan pembunuhan misionaris asal Australia di Davao City di tahun 1989. Saat itu Duterte menjabat sebagai walikota di kota tenggara Filipina tersebut.
"Saya marah dia diperkosa, iya itu hal lainnya. Tapi dia sangat cantik, saya kira walikota yang seharusnya lebih dulu [memperkosanya]. Sayang sekali," kata dia, dikutip dari CNN, Senin (18/4).

Dalam peristiwa itu, sebanyak 15 pekerja gereja disandera oleh para narapidana, termasuk seorang misionaris asal Australia bernama Hamill, 36, yang baru sebulan bertugas di Filipina, delapan orang wanita, dan seorang bocah berusia 9 tahun.


Penyanderaan berlangsung selama tiga hari, berakhir dengan penyerbuan militer yang menewaskan 21 orang, termasuk lima orang sandera. Hamill dan bocah 9 tahun adalah salah satu yang tewas dalam peristiwa itu.

Duterte mengakui bahwa komentarnya adalah sebuah lelucon yang buruk. Namun dia mengatakan lelucon itu adalah ekspresi kemarahan dan menyatakan tidak akan meminta maaf.
"Jika pernyataan itu menjatuhkan saya, maka biarkanlah. Jika itu membawa saya menjadi presiden, maka itu baik. Saya akan melayani kalian, tapi tidak akan meminta maaf untuk itu," kata Duterte kepada wartawan.

Lelucon Duterte menuai kecaman, salah satunya dari Jejomar Binay, wakil presiden saat ini sekaligus calon presiden dalam pemilu Mei mendatang.

[Gambas:Youtube]

"Perkosaan dan pembunuhan seorang wanita sama sekali tidak lucu. Tuan Duterte, apakah kau tidak punya ibu? Apa kau tidak punya anak perempuan? Pernyataanmu sungguh menjijikkan," kata Binay.

Duterte memang dikenal sebagai pria yang berbicara blak-blakan. Ini bukan kali pertama dia mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya dia pernah bersumpah akan mengeksekusi mati lebih dari 100 ribu penjahat jika terpilih sebagai presiden Filipina.
Manuel Roxas, satu dari lima calon presiden Filipina lainnya, turun mengecam komentar Duterte dengan mengatakan, "siapa pun yang menertawakan serangan terhadap martabat wanita tidak boleh memegang kekuasaan."

Sementara Senator Grace Poe, saingan terkuat Duterte dalam pemilu presiden mengatakan komentarnya tidak bisa diterima.

"Tidak ada, siapa pun dia dan bagaimana pun rupanya, yang layak diperkosa dan dilecehkan. Perkosaan adalah kejahatan dan bukan bahan lelucon," kata Poe. (stu)