"Untuk mencegah jihadi kembali ke Jerman, kami ingin mempertimbangkan kemungkinan legal untuk mencabut kewarganegaraan Jerman jika mereka bertempur untuk milisi teroris di luar negeri dan memiliki kewarganegaraan lain selain Jerman," demikian kutipan dokumen draf yang dilihat oleh Reuters pada Rabu (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertimbangan lain untuk mencegah terorisme adalah dengan memberikan tanda elektronik pada orang-orang yang kembali dari medan pertempuran ISIS.
"Orang yang diperkirakan oleh aparat keamanan kami dapat merencanakan serangan signifikan karena mereka mendukung aktivitas teroris harus tetap berada di bawah radar aparat keamanan," demikian kutipan dokumen itu.
Koalisi berkuasa bahkan ingin mempermudah proses penyitaan aset jika ada kecurigaan aktivitas teroris.
Untuk mencegah beredarnya pengaruh paham ekstremis Islam maupun sayap kiri dan kanan, koalisi berkuasa juga mempertimbangkan peningkatan jumlah kamera pengawas.
Perbincangan mengenai penambahan jumlah kamera pengawas ini menyebabkan kontroversi di Jerman. Masyarakat masih mengingat polisi rahasia Stasi dan jaringan informan komunis yang pernah meresahkan warga di Jerman timur. (ama)