Pertemuan yang rencananya diadakan di Jakarta itu akan berlangsung pada 3 Mei 2016. Tiap negara akan diwakili menteri luar negeri masing-masing. Selain itu para petinggi militer ketiga negara juga akan ikut membahas persoalan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengatakan, sebanyak 60 persen powerplant di Filipina berasal dari Indonesia. Pertemuan ini, menurutnya, menjadi hal yang sangat strategis.
Pemerintah ingin menghindari maraknya aksi perompakan di jalur tersebut, seperti yang terjadi di Somalia. "Kita tidak ingin area ini menjadi The New Somalia," ujar Luhut.
Hingga kini, warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina berjumlah 14 orang. Para perompak meminta tebusan sebagai syarat pembebasan sandera.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk pembebasan warga kedua negara yang diculik oleh kelompok perompak Abu Sayyaf di Filipina. Untuk keamanan perairan, kedua negara juga siap meningkatkan pembicaraan soal negosiasi perbatasan.
"Dalam isu penculikan di Selatan Filipina, Malaysia bekerja sama dengan pihak Indonesia serta Filipina dalam aspek perkongsian maklumat di peringkat pasukan keselamatan," kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zahrain Mohamed Hashim, kepada CNN Indonesia, pekan lalu. (den)