Salah satu lukisan palsu yang paling terkenal dalam pameran itu adalah karya dari pelukis ternama Argetina, Antonio Berni. Namun, kepala tokoh utama dalam lukisan ini terpotong oleh bingkai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa lukisan ditiru dengan sangat terburu-buru, tetapi yang lainnya sangat bagus," kata kurator pameran, Mario Naranjo yang juga bekerja di Kementerian Keuangan Argentina, dikutip dari AFP, Rabu (27/4).
Dia menyatakan semua lukisan berharga sekitar US$600 ribu, atau sekitar Rp7,9 miliar.
Namun yang paling penting pameran itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemalsuan karya seni.
"Ini semacam kejahatan untuk membuat jutaan dolar. Hal ini dianggap kejahatan terbesar setelah penjualan senjata dan obat terlarang," kata Naranjo.
Beberapa karya dipalsukan secara mendetail, bahkan sang pemalsu membuat lubang kecil untuk menyakinkan pembeli bahwa lukisan itu sudah usang dan dimakan oleh serangga.
Pameran ini berlangsung sampai pertengahan Mei di gedung kementerian keuangan di Buenos Aires. Usai pameran, lukisan itu akan dikembalikan ke pengadilan untuk diselidiki dan kemudian dihancurkan.