Parade militer yang digelar pada Senin (9/5) itu merupakan acara tahunan yang dirancang untuk merayakan kemenangan Uni Soviet atas Nazi pada Perang Dunia Kedua. Parade dihadiri oleh Presiden Vladimir Putin bersama para veteran perang Soviet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Rusia, yang didukung media pemerintah, menggunakan acara tahunan ini untuk membangun sentimen patriotik dan menggarisbawahi pentingnya memiliki militer yang kuat untuk melindungi perbatasan negara.
Parade militer ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa program modernisasi yang menghabiskan dana miliaran dolar dapat mengubah wajah militer Rusia, dengan memasok senjata dan peralatan tempur terbaru.
Sistem rudal pertahanan udara S-400 yang dikerahkan untuk melindungi pangkalan udara Rusia yang berada di Suriah dipertontonkan beserta iring-iringan tank dan barisan tentara.
Dalam pertunjukkan ini, Rusia juga memamerkan kendaraan peluncur rudal nuklir antar benua terbaru Yars.
Sejumlah jet tempur terlihat terbang di atas Lapangan Merah, termasuk jet yang mengeluarkan asap berwarna merah dan biru di langit, seperti bendera Rusia.
Putin, dalam pidatonya di acara tersebut, tak hanya menekankan pentingnya mengalahkan Nazi dalam Perang Dunia Kedua, tapi juga memaparkan perlunya melawan terorisme global dengan bekerja sama dengan negara lain.
Perayaan serupa juga diselenggarakan di pangkalan udara Rusia yang berada di Suriah. (ama)