Seperti dilansir CNN, bandara yang merupakan salah satu bandara paling aman di dunia itu memiliki berlapis-lapis keamanan, dan hanya sebagian yang terlihat oleh penumpang.
Tidak ada pesawat yang lepas landas dari bandara yang dihampiri 16 juta penumpang setiap tahunnya itu yang pernah dibajak. Dan tidak ada serangan teroris di sana sejak 1972, ketika Tentara Merah Jepang menewaskan 26 orang dan melukai puluhan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dvir Rubinshtein, manajer pusat operasi dari Kementerian Transportasi Israel, memperkirakan bahwa setiap harinya ada 10 penerbangan yang ditandai dan diperiksa. Dan karena Ben Gurion merupakan satu-satunya bandara internasional utama di Israel, menutup bandara berarti memutus koneksi Israel di udara.
“Setiap hari, ada situasi di mana kami punya kekhawatiran [soal penerbangan],” kata Rubinshtein. “Dan kami memeriksa itu dan memverifikasi bahwa semuanya bersih dari segi keamanan.”
Bulan depan, Ben Gurion akan menjadi tuan rumah dari 40 negara yang akan membicarakan keamanan bandara.
"Sebagian besar negara sebenarnya datang ke sini untuk melihat bagaimana Israel berurusan dengan keamanan penerbangan dan ancaman teror penerbangan," kata Rubinshtein.
Bandara di Israel mulai menjadi perhatian setelah serangan di bandara Brussels, kecelakaan MetroJet 9286 di Mesir, dan yang kini masih diselidiki, EgyptAir MS804.
Ben Gurion sendiri merupakan bandara yang relatif kecil dibanding banyak bandara besar di dunia.
Namun bandara Israel selama ini juga acap kali dituding atas isu rasial terkait dengan prosedur keamanan mereka.
Warga Palestina dan Arab yang melewati Ben Gurion mengatakan mereka lebih sering disetop, digeledah, dan dipertanyakan. Tahun lalu, Pengadilan Tinggi Israel menolak melarang rekam dan analisis rasial yang diajukan oleh Asosiasi Hak Sipil di Israel. (stu)