"Pesan saya kepada Savchenko, lebih baik tutup mulut saja dan nikmati saja kebebasan," ujar Galuzin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Savchenko merupakan pilot dan menjadi sukarelawan untuk bertempur melawan separatis pro-Moskow yang melawan pemerintah di Ukraina timur.
Ia ditangkap dan diadili di Rusia. Savchenko dituding terlibat dalam kasus yang menewaskan seorang jurnalis Rusia ketika meliput konflik tersebut.
Pengadilan Rusia pada Maret lalu menjatuhkan hukuman penjara 22 tahun atas Savchenko. Namun di Ukraina, Savchenko dianggap sebagai pahlawan simbol perlawanan terhadap Rusia.
Ia pun disambut dengan meriah ketika tiba di Ukraina. Sementara itu, dua tahanan Rusia yang ditukar dengan Savchenko, Yevgeny Yerofeyev dan Alexander Alexandrov, tak disambut semeriah itu.
Dua personel tentara khusus Rusia itu ditangkap saat melakukan operasi rahasia di Ukraina timur.
Galuzin pun menyoroti perbedaan sambutan ini dan berkata, "Rusia hanya menunjukkan sambutan yang hangat. Namun di Ukraina, mereka sangat ingin menunjukkan sikap anti-Rusia. (ama)