Dilaporkan Reuters pada Rabu (1/6), seruan ini dilontarkan ISIS menyusul tekanan militer yang meningkat terhadap sejumlah markas mereka, terutama di Raqqa, Suriah dan Fallujah, Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu, ISIS menyebutkan sejumlah saluran televisi agama yang didanai oleh Arab Saudi. Video itu juga memperlihatkan logo Al-Jazeera dan Orient TV, saluran televisi yang dekat dengan kelompok oposisi Suriah, serta saluran agama Mesir, Al-Nas.
Video tersebut berakhir dengan adegan yang menunjukkan sejumlah orang menginjak dan menghancurkan perangkat televisi satelit.
ISIS, yang kerap menyebut diri sebagai Negara Islam, menyatakan kekhalifahan atas sejumlah wilayah di Suriah dan Irak sejak 2014.
ISIS tengah menghadapi serangan dari pasukan militer Irak yang dibantu serangan udara Amerika Serikat di Fallujah.
Militer Irak melancarkan operasi untuk merebut kembali Fallujah sejak seminggu lalu, menyusul pengepungan di sejumlah daerah yang terletak 50 km sebelah barat Baghdad selama enam bulan terakhir.
Fallujah merupakan kota Irak pertama jatuh ke ISIS pada Januari 2014. Selang beberapa bulan kemudian, kelompok militan ini menyerbu sejumlah wilayah di utara dan barat Irak, serta mendeklarasikan kekhalifahannya di Irak dan Suriah.
Pertempuran Fallujah merupakan salah satu yang terbesar dalam perang melawan ISIS. Fallujah merupakan benteng ISIS yang terdekat ke ibu kota Baghdad. Kota ini diyakini menjadi markas ISIS dalam merencanakan serangan bom bunuh diri terhadap warga sipil Syiah dan sejumlah pejabat pemerintah di Baghdad.
AS memperkirakan terdapat 500 hingga 700 militan di Fallujah. Koalisi AS meluncurkan tiga serangan udara di dekat Fallujah selama 24 jam terakhir, menghancurkan sejumlah posisi militan, kendaraan, pintu masuk terowongan dan menutup akses militan ke pusat kota. (ama)