Diberitakan Reuters, Rabu (1/6), dalam gambar yang dipublikasi media China terlihat J-20 telah bergabung dengan armada udara aktif militer Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, angkatan udara China mengonfirmasi J-20 telah melakukan latihan terbang. "Saat ini, J-20 belum diturunkan untuk angkatan udara," ujar pernyataan AU China pada Selasa sore.
AU China mengatakan Jet J-20 dan pesawat baru China lainnya, Y-20, masih dalam pengujian terbang.
"Dalam waktu dekat, J-20 dan Y-20, akan dioperasikan, meningkatkan kemampuan angkatan udara untuk memenuhi misi-misi tempur," ujar AU China tanpa memberikan tanggal pasti.
Para ahli mengatakan China masih kesulitan mengembangkan mesin jet canggih untuk menandingi armada Barat di pertempuran.
J-20 adalah salah satu bukti dari pengembangan teknologi militer yang gencar dilakukan China. Selain armada udara, China juga meningkatkan kemampuan kapal selam dan rudal anti-satelit yang membuat negara-negara tetangga dan AS ketar-ketir.
Terutama yang terancam adalah negara-negara di Asia yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan.
AU China menegaskan bahwa pengembangan teknologi tempur mereka adalah hal biasa yang dilakukan sebuah negara, bukan untuk mengancam negara lainnya.
"Ini adalah cara yang beralasan untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan integritas negara serta melindungi perkembangan keamanan," ujar AU China. (stu)