CIA Bongkar Metode Penyiksaan Saat Interogasi Tahanan

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Kamis, 16/06/2016 15:23 WIB
Badan intelijen Amerika Serikat kembali membongkar metode penyiksaan mereka dalam menginterogasi tahanan, mulai dari dipaksa terjaga hingga dikubur dalam tanah. Badan intelijen Amerika Serikat kembali membongkar metode penyiksaan mereka dalam menginterogasi tahanan, mulai dari dipaksa terjaga hingga dikubur dalam tanah. (Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan intelijen Amerika Serikat kembali membongkar metode penyiksaan mereka dalam menginterogasi tahanan. Tindakan brutal CIA yang digunakan pasca tragedi 9/11 ini dikecam, bahkan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Diberitakan CNN, Kamis (16/6), metode penyiksaan diungkapkan CIA sebagai respons dari desakan lembaga sipil American Civil Liberties Union (ACLU) atas dasar Undang-undang Kebebasan Informasi.

Perkara penyiksaan CIA antara tahun 2001 dan 2006 mengemuka setelah Senat AS mengajukan bukti-bukti penyiksaan fisik di masa perang melawan teroris pemerintahan George W. Bush.


Dalam dokumen bertajuk "Deskripsi Tekanan Fisik" yang dirilis akhir pekan lalu di situs CIA, badan intelijen AS ini menjabarkan beberapa jenis penyiksaan, tidak hanya berdampak fisik namun juga bagi mental tahanan.

Berikut metode siksaan yang dijabarkan dalam dokumen panduan interogasi CIA:

Menarik perhatian
Dengan cepat dan terkendali menarik tahanan dengan kedua tangan, di bagian kerah, ke arah penginterogasi.

Ditembokkan
Tahanan ditarik dan didorong dengan keras ke arah tembok.

Memegang wajah
Satu telapak tangan diletakkan di wajah tahanan, jari dijauhkan dari mata. Tujuannya agar kepala tidak bisa bergerak.

CIA juga menyiksa dengan serangga untuk menakuti tahanan yang memiliki fobia. (Ilustrasi/Thinkstock)
Tamparan wajah
Tamparan dengan telapak tangan yang terbuka. Tamparan mengarah antara dagu dan cuping telinga tahanan. Tujuan tamparan adalah untuk memberikan efek kejut, bukan sakit.

Kurungan sempit
Tahanan diletakkan di tempat sempit yang membatasi gerakan. Tempat itu sangat gelap. Untuk tempat yang sedikit lapang, tahanan dikurung 18 jam, sementara kurungan sempit selama satu jam.

Bersandar pada tembok
Teknik ini untuk membuat tahanan lelah. Tahanan dipaksa berdiri dengan jarak sekitar 1,5 meter dari tembok. Kakinya direntangkan sejajar bahu. Tangannya ke depan, jari-jari bersandar pada tembok untuk menahan beban tubuhnya. Tahanan dilarang mengganti posisi atau menggerakkan tangan atau kaki.

Posisi tertekan
Posisi ini bervariasi, fokusnya adalah untuk menciptakan ketidaknyamanan akibat beban berlebih terhadap otot. Salah satunya, tahanan diminta duduk di lantai, kakinya terentang ke depan, dan tangan terangkat ke atas selama berjam-jam.

Kurang tidur
Metode ini memaksa tahanan tetap terjaga agar kelelahan dan mau bekerja sama. Efeknya terlihat setelah tahanan dipaksa tidak tidur selama dua hari.

Ilustrasi siksaan dengan papan air. (Thinkstock

Papan air
Tahanan diminta berbaring di papan yang miring. Kain diletakkan di wajah mereka, menutupi mulut dan hidung, lalu air dituang di atasnya untuk menciptakan efek tenggelam selama 20-40 detik sebelum bisa bernafas. Setelah bernafas 3-4 kali prosesnya diulangi lagi.

Dipakai popok
Tahanan dipakaikan popok untuk mempermalukannya. Selain itu, popok dipakai saat tahanan dimasukkan ke dalam kurungan sempit agar kotoran tidak menimbulkan penyakit atau mengenai luka yang terbuka.

Serangga
Metode ini digunakan bagi tahanan yang fobia serangga. tahanan diancam akan dimasukkan ke dalam kotak sempit yang berisi serangga yang bisa menyengat agar mau bicara. Serangga yang digunakan biasanya tidak berbahaya.

Dikubur
tahanan dimasukkan ke dalam peti mati. Peti itu memiliki lubang angin tersembunyi agar orang di dalamnya tidak kehabisan udara. Sebelumnya, tahanan dibawa ke sebuah tempat dan diperdengarkan suara orang menggali. Ada lubang di tangah dan peti dimasukkan ke dalamnya, lalu dikubur dengan tanah. Cara ini digunakan untuk memicu rasa takut dan memaksa tahanan bicara.

Metode penyiksaan di atas hanya sebagian dari yang dipraktikkan oleh CIA. Metode lainnya adalah dimandikan dengan air dingin, diberi makan lewat anus, atau ditelanjangi dan dipaksa berdiri berjam-jam.

Salah satu korban tewas dalam interogasi CIA adalah Gul Rahman, terduga teroris di di Afganistan pada 2002. Namanya dirahasiakan selama tujuh tahun oleh pemerintah AS.

Rahman diduga tewas setelah diikat dengan rantai dalam keadaan setengah telanjang, hanya memakai popok, di udara yang hampir mencapai titik beku. (den)