Kelima orang itu diculik Oktober lalu, menurut lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights.
Dilansir Independent Senin (27/6), Observatory mengatakan bahwa para sandera itu dibunuh pada Desember karena meliput di Kota Deir Ezzor, timur Suriah, yang berada di tangan ISIS.
Lihat juga:Warga Amerika Menyesal Bergabung dengan ISIS |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Observatory, Rami Abdurrahman, mengatakan bahwa Jawdat terus memberi informasi setelah Deir Ezzor direbut ISIS pada 2014. Jawdat dilaporkan telah ditangkap beberapa kali.
Lihat juga:Warga Amerika Menyesal Bergabung dengan ISIS |
Suriah sendiri merupakan negara paling mematikan bagi jurnalis dengan setidaknya 95 wartawan tewas di negara itu sejak 2011. (stu)