Sayangnya kesucian hari terakhir bulan Ramadan harus ternoda dengan ulah manusia yang tak bertanggung jawab. Serangan bom bunuh diri mengguncang Irak dan Arab Saudi. Umat muslim pun seperti menyambut hari kemenangan dengan duka.
Pada Minggu (2/7) waktu setempat, sebuah serangan mematikan mengguncang Baghdad, Irak. Bom meledak di sebuah area perbelanjaan Karrada. Saat itu ratusan orang sedang berbelanja untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom di Karrada (REUTERS/Khalid al Mousily) |
Serangan itu disebut sebagai yang paling mematikan sejak ISIS berhasil diusir dari kantong kekuatannya di Irak, Fallujah, oleh pasukan yang dibantu Amerika Serikat bulan lalu. Pengeboman itu juga disebut yang paling mematikan tahun ini.
Di Madinah, seorang pembon bunuh diri di sebuah tempat parkir di luar Masjid Nabawi. Madinah sendiri merupakan kota suci kedua bagi Umat Islam setelah Mekah.
Sementara di Qatif, sebuah kota timur yang merupakan tempat bagi banyak anggota minoritas Syiah, setidaknya satu hingga dua ledakan menghantam dekat sebuah masjid Syiah.
Beberapa jam sebelumnya, seorang pembom bunuh diri tewas dan dua orang terluka dalam ledakan dekat Konsulat AS di kota terbesar kedua, Jeddah.
Siapa Bertanggung Jawab?
Peristiwa di Irak, kelompok teroris ISIS mengklaim sebagai di balik penyerangan. Sementara di Arab Saudi, hingga berita ini diturunkan belum ada yang bertanggung jawab.
Tim Lester, ahli urusan Timur Tengah CNN mengatakan serangan yang dilancarkan ke Arab Saudi mempunyai modus operandi mirip dengan ISIS.
"Target ini untuk menunjukkan keberadaan ISIS dan Arab Saudi adalah target besar karena mereka menganggap Monarki Saudi telah mengkhianati sistem Islam itu sendiri," sebutnya.
Menyerang sebuah masjid Syiah, konsul AS dan kota suci Madinah dimaksudkan untuk mempermalukan Arab Saudi. Serangan terhadap Madinah semacam membantah klaim keluarga kerajaan Saudi untuk menjadi pelindung dari dua tempat suci itu.
(tyo)
Bom di Karrada (REUTERS/Khalid al Mousily)