Dikutip CNN, pesawat Y-20 secara resmi tergabung dalam kemiliteran China pada Rabu lalu dalam sebuah upacara di Chengdu. Dijuluki "Si Gadis Gempal" karena ukurannya yang besar, pesawat ini mampu membawa beban hingga sekitar 200 ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Si Gadis Gempal" akan memudahkan mobilisasi pasukan China di seluruh dunia, salah satunya di pangkalan militer internasional pertama mereka di Djibouti.
Y-20 yang pertama kali mengudara pada 2013 kerap disandingkan dengan Boeing C-17, pesawat transportasi militer milik Amerika Serikat. Walau C-17 lebih besar, namun Boeing menghentikan produksi pesawat ini tahun lalu, sedangkan China baru saja memulai program ambisius meningkatkan perangkat militer mereka.
Perkembangan militer China diwaspadai oleh AS dan negara-negara tetangga di Asia. Pasalnya, China dinilai kian agresif dalam mengklaim Laut China Selatan, perairan yang juga diakui oleh negara-negara Asia lainnya. (den)