Seperti dilansir Reuters, adu tembak meletus pada Jumat (8/7) malam di dekat rumah negara di mana Presiden Salva Kiir dan wakil presiden Riek Machar, mantan saingan, bertemu untuk melakukan pembicaraan.
Kedua belah pihak mengatakan mereka tidak tahu apa yang memicu pertempuran terbaru antara faksi-faksi mereka dan menyerukan tenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deng mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat di pihak Machar karena ada beberapa tentara yang terluka serius.
Adapun pihak pemerintah tidak memiliki komentar segera mengenai situasi di Juba. (gir)