Surat ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, saat bertemu dengan Menlu Filipina, Perfecto Rivas Yasay, sehari setelah pelantikan kabinet baru di Manila pada 1 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Mei lalu kelompok Abu Sayyaf membebaskan 14 WNI yang mereka culik. Abu Sayyaf meminta tebusan dalam jumlah besar, namun pemerintah membantah pembebasan itu melibatkan pembayaran sejumlah uang.
Saat ini Indonesia juga tengah dalam upaya membebaskan tujuh WNI lainnya yang diculik pada 20 Juni lalu dari kapal pembawa batu bara di Laut Sulu.
Akhir pekan lalu, tiga pelaut Indonesia kembali diculik saat mencari ikan di perairan antara Malaysia dan Filipina, diduga oleh salah satu komplotan Abu Sayyaf.
Selain berkirim surat, Jokowi menindaklanjuti komunikasi itu dengan berkoordinasi langsung ke Duterte.
"Pada 7 Juli, Presiden RI juga telah melakukan komunikasi dengan Presiden Filipina dan mengulangi pesan yang telah disampaikan sebelumnya," kata Retno. (den)