Kedubes AS Peringatkan Ancaman Terhadap Warganya di Jeddah

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Jumat, 22/07/2016 10:17 WIB
Kedubes AS Peringatkan Ancaman Terhadap Warganya di Jeddah Peringatan ini dirilis Kedubes AS di Saudi menyusul serangan pengeboman dekat kantor Konsulat AS di Jeddah pada 4 Juli lalu, menewaskan dua orang. (Reuters/Reuters TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, mengaku menerima laporan soal "potensi ancaman dalam waktu dekat" terhadap warganya di Kota Jeddah yang sering dikunjungi warga negara Barat.

Peringatan ini diluncurkan Kedubes AS dalam situsnya, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Peringatan ini hanya menyebutkan agar warga AS berhati-hati ketika berada di pasar, rumah makan, pusat perbelanjaan serta tempat publik lainnya di sekitar wilayah itu.

"Seluruh warga Amerika diminta untuk berhati-hati terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, dan meningkatkan kewaspadaan ketika bepergian ke penjuru negara itu," bunyi pernyataan resmi Kedubes AS di Riyadh, Kamis (21/7).


"Ini pesan keamanan, bukan peringatan perjalanan, yang dikeluarkan dari konsulat kami di Jeddah. Jelas, konsulat kami merasa bahwa informasi yang mereka miliki cukup kredibel, cukup serius untuk mengeluarkan peringatan semacam ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby, dikutip dari Reuters.

"Ada potensi ancaman spesifik untuk warga Amerika yang bepergian ke Jeddah, dan khususnya, di tempat-tempat umum di Jeddah," ujar Kirby.

Pada tanggal 4 Juli, seorang pembom bunuh diri tewas dan dua orang terluka dalam ledakan di dekat

Peringatan ini dirilis Kedubes AS di Saudi menyusul serangan pengeboman dekat kantor Konsulat AS di Jeddah pada 4 Juli lalu. Serangan yang menewaskan dua orang ini merupakan serangan bom pertama dalam beberapa tahun terakhir yang menargetkan warga asing di Saudi.

Di hari yang sama, seorang pelaku bom meledakkan dirinya sendiri di dekat Masjid Nabawi di Madinah, situs kedua paling suci umat Islam. Serangan ini menewaskan empat petugas keamanan.

Serangan bom ketiga meletus di kota Qatif, di wilayah timur Saudi, yang sebagian besar dihuni oleh Muslim Syiah.

Serangkaian teror bom di Saudi itu terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. (ama/ama)