Diberitakan Reuters, Survei Pusat Komunikasi dan Opini Publik The Chinese University of Hong Kong menunjukkan bahwa 17,4 persen warga Hong Kong mendukung kemerdekaan dari China setelah waktu 50 tahun pemberlakuan "satu negara dua sistem," sesuai kesepakatan dengan Inggris telah terpenuhi pada 2047.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, kekuasaan China di Hong Kong diguncang aksi pro-demokrasi yang menginginkan kendali penuh dalam penentuan pemimpin. Aksi protes yang berlangsung berbulan-bulan berakhir bentrok dan beberapa wilayah Hong Kong lumpuh.
Pemerintah China kian mencengkeram Hong Kong dengan menetapkan pemimpin yang pro-Beijing bagi wilayah tersebut.
Walau jumlah warga yang menginginkan kemerdekaan dari China cukup banyak, namun hanya sedikit yang percaya hal tersebut bisa terwujud. Survei tersebut menunjukkan kurang dari 4 persen responden yang yakin China mau melepas Hong kong.
Survei dilakukan melalui telepon dengan 1.010 responden berbahasa Kanton dengan usia 15 tahun ke atas pada 6-15 Juli. (den)