Seperti diberitakan Reuters yang mengutip koran Sabah, pemecatan dilakukan pada Minggu (24/7) setelah pihak Turkish Airlines mengidentifikasi para karyawan yang memiliki kaitan dengan Fethullah Gulen, tokoh agama yang dituding dalang kudeta pada 15 Juli lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs penerbangan Turki Airporthaber.com menuliskan, salah satu yang dipecat adalah wakil kepala eksekutif urusan keuangan Turkish Airlines.
Sejak kudeta militer yang gagal di Istanbul dan Ankara, pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menangkap sekitar 60 ribu orang, kebanyakan pegawai negeri sipil.
Mereka yang ditangkap atau dipecat dianggap mendukung Gulen yang saat ini mengasingkan diri di Amerika Serikat.
Operator telekomunikasi Turk Telekom, yang 30 persen sahamnya dimiliki pemerintah, memecat 198 orang pada Jumat pekan lalu karena dianggap mendukung kudeta.
Sebanyak 240 orang tewas dan 2.000 lainnya terluka dalam kudeta tersebut. (den)