Tiga tahun lalu, Ilicak dipecat setelah mengkritik pemerintah Turki terkait dugaan kasus korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Reuters yang mengutip koran Sabah, pemecatan dilakukan pada Minggu (24/7) setelah pihak Turkish Airlines mengidentifikasi para karyawan yang memiliki kaitan dengan Fethullah Gulen, tokoh agama yang dituding dalang kudeta pada 15 Juli lalu.
Sebelumnya, pihak berwenang setempat juga telah menahan ribuan orang dengan latar belakang profesi yang beragam, mulai dari tentara, polisi, hakim hingga pejabat sipil.
Hal ini sesuai dengan janji Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang akan membersihkan seluruh lembaga negara dari "virus" yang menyebabkan pemberontakan.
Pemerintah Turki, sebelumnya menuduh ulama Fethullah Gulen sebagai dalang di balik kudeta militer beberapa pekan lalu. Otoritas terkait juga membuka opsi untuk memberlakukan kembali hukuman mati bagi para penghianat negara.
Menganggapi tuduhan tersebut, Gulen dari kediamannya di Amerika Serikat, membantah keras terlibat dalam aksi kudeta tersebut.
Kejadian ini justru merusak upaya Turki untuk bergabung ke dalam Uni Eropa. Presiden Komisioner Uni Eropa, Jean-Claude Juncker memperingatkan memperingatkan otoritas Turki terkait kemungkinan penangguhan negosiasi jika pemerintahan Erdogan berkeras memberlakukan kembali hukuman mati. (ags)