Dewan kota Maribyrnong mempermasalahkan mural Clinton yang dinilai tidak pantas tersebut. Mural itu menggambarkan Clinton tengah mengenakan bikini, dengan beberapa uang kertas pecahan US$100 terselip di samping kanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menghubungi kepolisian Victoria untuk meminta pendapat mereka tentang masalah ini, dan mereka menganggap mural ini ofensif dan bertentangan dengan Undang-undang Pencegahan Grafiti 2007, yang diterapkan oleh dewan," ujar Wall.
Tak hanya mengecam, dewan kota juga mengancam pemilik bangunan ini dengan penuntutan pidana dan denda jika mural itu tidak dihapus. Tak hanya itu, akun media sosial Instagram milik sang seniman juga dihapus setelah ia mengunggah foto karyanya.
Namun, alih-alih menghapus karyanya, Lushsux kemudian menutupi gambar bikini di lukisan Clinton dan menggantinya dengan niqab. Alhasil, mural Clinton kini tertutupi dengan warna hitam, hanya menyisakan gambar mata sang capres dari Demokrat itu.
Lushsux menutupi gambar bikini di lukisan Clinton dan menggantinya dengan niqab. (Screenshoot via Twitter/@lushsux) |
Foto mural Clinton yang baru tersebut diunggah di akun Twitter miliknya, @lushsux, dan disukai 80 pengguna Twitter serta sudah dibagikan sebanyak 109 kali, hingga berita ini ditulis.
Clinton bukan satu-satunya tokoh politik yang menjadi inspirasi karya Lushsux. Seniman ini juga membuat mural Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, tanpa busana. (ama/stu)
Lushsux menutupi gambar bikini di lukisan Clinton dan menggantinya dengan niqab. (Screenshoot via Twitter/@lushsux)