Diberitakan Reuters, Rabu (3/8), wali kota Albuera, Rolando Espinosa, menyerahkan diri kepada polisi hari Selasa lalu setelah Presiden Rodrido Duterte meminta dia dan putranya, Kerwin, menyerah jika tidak ingin mati ditembus peluru.
Duterte menuding Espinosa terlibat perdagangan narkoba dan terancam dibunuh jika melawan. Espinosa membantah tudingan itu, namun dia mengaku putranya mengonsumsi sabu yang didapatnya dari bandar asal China yang telah dipenjara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Dionardo Carlos mengatakan terjadi baku tembak antara polisi dan para pengawal Espinosa di rumahnya di Leyte.
Enam orang pengawal Espinosa terbunuh, sementara enam lainnya kabur.
"Kami menemukan 13 senjata api berat dan lima pistol dari lokasi," kata Carlos. Dakwaan Espinosa akan bertambah dengan kepemilikan senjata ilegal tersebut.
Kasus Espinosa menunjukkan bahwa Duterte tidak hanya mengincar bandar "recehan" di jalan, melainkan juga para pejabat dan politisi yang terlibat narkotika.
Polisi mengatakan, dakwaan telah dilayangkan terhadap wali kota di Mindanao setelah dia lolos dalam penyergapan polisi pekan lalu. Sebanyak 16 orang ditahan saat itu, dan uang 1 juta peso disita. (den)