Profesor dari Florida State University bersama istrinya ini sedang berada di London, di mana ia mengajar sesi musim panas. Pasangan ini sebenarnya sudah berencana untuk kembali ke Tallahassee pada Kamis (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini, kami tak menemukan bukti radikalisasi," ujar Komisioner Asisten Polisi Metropolitan London, Mark Rowley, seperti dikutip CNN.
Rowley pun mengatakan bahwa kini penyelidikan lebih mengarah pada adanya gangguan kejiwaan dalam diri tersangka.
Badan Investigasi Kriminal Nasional Norwegia kemudian mengonfirmasi bahwa tersangka tersebut memang sudah pindah dari Norwegia pada 2002. Tidak dijelaskan apakah ia memang pindah ke Inggris.
Sementara itu, kepolisian London mengonfirmasi bahwa korban luka yang terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki masing-masing berasal dari Inggris, Israel, Australia, dan AS. (den)