Trump tidak memiliki bisnis utama di Filipina, tetapi pengembang Century Properties Group Inc tengah membangun Trump Tower di Filipina senilai US$150juta. Gedung itu dibangun di bawah lisensi dari taipan real-estate AS itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membiarkan orang-orang datang dari negara-negara teroris. Itu seharusnya tidak diperbolehkan karena Anda tidak bisa memprediksi mereka. Tidak ada cara untuk memeriksa mereka, Anda tidak tahu siapa mereka. Ini bisa menjadi kuda Trojan besar sepanjang masa," kata Trump dalam pidato yang direkam dan diunggah ke YouTube.
"Seorang imigran dari Afghanistan yang kemudian mengajukan suaka AS dan menerima kewarganegaraan AS, seorang penduduk tetap yang ilegal dari Filipina yang bergabung dengan Al-Qaidah dan Taliban untuk membunuh sebanyak mungkin orang Amerika," kata Trump, dikutip dari Reuters, Senin (8/8).
Warga keturunan Filipina yang tinggal di AS berjumlah sekitar 4 juta orang, yang membentuk populasi Asia terbesar kedua di Amerika, menurut Salceda, mengutip data dari Departemen Luar Negeri AS.
Trump selama ini kerap meluncurkan komentar kontroversial soal imigran dan warga Muslim. Salah satu janji Trump dalam kampanyenya adalah membangun tembok di sepanjang perbatasan Meksiko untuk mencegah imigran ilegal dan melarang umat Muslim memasuki AS. (ama)