"Alkitab ini sebesar boks pil dan memiliki layar. Tidak membutuhkan listrik karena mereka dapat bekerja dengan sendirinya," ujar Christian Akerheilm, perwakilan dari Word of Life seperti dikutip Telegraph.
Akerheilm mengatakan bahwa proses pengiriman ini akan dilakukan dalam waktu beberapa pekan ke depan. Mereka berharap, ribuan Alkitab dapat sampai di tanah kekuasaan ISIS itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tidak benar. Ambisi kami adalah untuk menyampaikan harapan dan cinta yang terdapat dalam injil Kristen kepada populasi yang tinggal di wilayah tertutup di mana hak asasi manusia tak dianggap," tulis Word of Life dalam situs resmi mereka.
"Semua akan berlangsung berkesinambungan dengan bantuan kemanusiaan, tim medis di kamp pengungsi, dan mendistribusikan makanan dan pakaian bagi yang membutuhkan," tulis Word of Life.
Sebelumnya, Word of Life sudah pernah menjalankan misi dengan mengirimkan misionaris ke berbagai negara, termasuk Rusia, Ukraina, Afghanistan, Israel, dan India.
Didirikan pada 1983, Word of Life merupakan gereja evangelis yang memiliki kemiripan dengan gerakan Pentakosta di Amerika Serikat.
"Melalui penyembahan, pengajaran, dan misi, kami menjadi bagian penyebar pesan Yesus Kristus bagi dunia. Kami dapat melihat Tuhan mengerjakan perkara-perkara hebat dan menyentuh ribuan kehidupan di seluruh pelosok dunia," tulis Word of Life dalam situsnya. (stu/stu)