Clinton kini memuncaki berbagai jajak pendapat, menggeser Trump, rivalnya dari Partai Republik, ke posisi kedua. Kondisi ini terjadi ketika Trump berada di tengah gelombang kritikan akibat melontarkan pernyataan kontroversial tentang orangtua tentara Muslim AS yang tewas di Irak. Trump juga menyebut bahwa Obama merupakan pendiri ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika kita tidak khawatir sampai hari pemilu, kita akan membuat kesalahan besar," kata Obama di hadapan sekitar 60 pendonor yang menyumbangkan US$10 ribu untuk menghadiri acara penggalangan dana di rumah pribadi Obama.
"Jika kita melakukan pekerjaan kita dengan baik, maka Hillary akan terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Tapi jika kita tidak melakukan pekerjaan kita, maka masih mungkin baginya untuk kalah," ujar Obama, dikutip dari Reuters.
Obama selalu menegaskan ketidaksukaannya terhadap Trump, yang menurutnya tidak siap dan tidak memiliki kualitas untuk maju sebagai kandidat presiden AS. Di hadapan para pendonor, Obama mengaku lelah membicarakan soal Trump.
"Saya tidak harus meluncurkan pernyataan yang merendahkan rivalnya [Hilary], karena setiap ia [Trump] berbicara, dia sudah menjelekkan dirinya sendiri," ujar Obama.
Obama diperkirakan akan berpartisipasi lebih aktif dalam kampanye Clinton pada Oktober mendatang. (ama/stu)