Diberitakan The Guardian, kantor berita Xinhua melaporkan satelit Micius, yang namanya diambil dari filsuf China kuno, diluncurkan dari situs peluncuran di Gurun Gobi pada pukul 1.40 dini hari, Selasa (16/8). Satelit itu dibawa oleh roket Long March-2D.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satelit itu akan ditugaskan mengirim pesan yang aman antara Beijing dan Urumqi, ibu kota Xinjiang di bagian barat China.
Berbicara kepada majalah Nature awal tahun ini, ilmuwan China yang bertanggung jawab untuk proyek satelit ini, Pan Jianwei, mengatakan peluncuran ini mendobrak batas ilmu pengetahuan.
"Saya kira China punya kewajiban tidak hanya bagi diri sendiri - banyak negara telah ke bulan, telah mengirimkan pesawat luar angkasa dengan awak - tapi juga menjelajahi sesuatu yang tidak diketahui," kata Pan.
Peluncuran Micius disebut Pan telah menandakan transisi China "dari pengikut perkembangan teknologi informasi klasik menjadi pemimpin pencapaian masa depan Teknologi Informasi."
Xinhua mengatakan, satelit Micius akan digunakan untuk keperluan pertahanan, militer dan keuangan. (den)