Ali, 10, mengalami pendarahan dan kerusakan organ internal akibat insiden yang sama yang dialami Omar, 5, pada Rabu (17/8), yang mencuri perhatian dunia setelah foto Omar dengan tubuh penuh debu dan wajah berlumuran darah menjadi viral di media sosial.
Foto Daqneesh yang marak beredar pekan lalu seketika menjadi simbol penderitaan warga Suriah akibat didera perang sipil berkepanjangan yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Omran masih hidup, dan Insya Allah akan dapat melanjutkan hidupnya dengan kondisi yang lebih baik dari saat ini," kata Dr. Abu Rasoul, dokter yang menangani Ali dan Omran, dikutip dari CNN.
"Namun kakaknya, yang tidak terlihat dalam foto yang tersebar, tak ada yang membicarakannya, dia tewas dan berada di sisi Tuhan sekarang," kata sang dokter, sembari menambahkan bahwa Ali masih mengalami trauma.
Pesawat tempur Rusia dan Suriah semakin meningkatkan serangan udara mereka di wilayah timur Aleppo yang dikuasai pemberontak, utamanya setelah pemberontak mematahkan pengepungan tentara Suriah.
Dikutip dari Reuters, Observatory melaporkan bahwa serangan udara di dan sekitar Aleppo menewaskan 448 warga sipil selama bulan ini, sebanyak 100 di antaranya anak-anak.
Sementara, selama 22 bulan operasi serangan udara Rusia dan Suriah, lebuh dari 12.500 orang, termasuk 4.500 anak-anak, tewas di Suriah.
Lihat juga:Hasaka Memanas, Warga Sipil Melarikan Diri |
Sementara itu kelompok pemberontak Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat, Turki dan sejumlah negara Arab Teluk, sejak 2011 berupaya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang didukung Iran dan Rusia.
Pada Jumat, Program Pangan Dunia PBB menggambarkan situasi di daerah yang terkepung di Aleppo sebagai "mimpi buruk" di tengah kekhawatiran internasional atas krisis kemanusiaan akibat dari perang di Suriah. (ama/stu)