Sekitar 45 tentara dan pemberontak tewas di Jolo sejak pertempuran terjadi pada Kamis (25/8), ketika serangan udara dan darat diluncurkan militer Filipina untuk menargetkan markas utama kelompok militan itu.
Presiden Rodrigo Duterte, yang tengah menyerukan kampanye terhadap narkoba di Filipina, sebelumnya memerintahkan agar militer Filipina "menghancurkan" Abu Sayyaf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertempuran sangat sengit, kami kehilangan 12 orang. Ada kehilangan besar dari kedua kubu karena volume tembakan yang terjadi. Kami tidak tahu berapa orang musuh yang tewas, tapi diperkirakan lebih dari 30 orang," kata juru bicara militer Filipina Filemon Tan.
Kelompok militan yang telah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini merongrong keamanan di Filipina selatan dan terkenal tak segan mengeksekusi sanderanya jika tak mendapat uang tebusan.
Lihat juga:Duterte Mengaku Pernah Mengagumi Abu Sayyaf |
Saat ini masih ada delapan warga Indonesia, delapan Filipina, lima Malaysia, seorang warga Belanda dan seorang Norwegia yang masih ditawan Abu Sayyaf. (ama)