“Ada dua kasus yang menurut mereka merupakan kesalahan pihak Suriah; kami punya beberapa pertanyaan serius,” kata Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB.
Selama setahun, PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), melakukan penyelidikan. Selain menemukan bahwa pemerintah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas dua serangan gas klorin, badan itu juga menyimpulkan bahwa militan ISIS menggunakan gas sulfur mustard.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DK PBB sendiri akan terpecah, dengan Rusia dan China diprediksi akan memveto keputusan Amerika Serikat, Perancis dan Inggris.
“Beberapa hal yang akan kami teliti adalah pemberlakuan sanksi terhadap rezim dan beberapa bentuk pertanggungjawaban dalam mekanisme hukum internasional,” kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft.
Bab 7 berisi sanksi dan otorisasi kekuatan militer oleh DK PBB. DK akan perlu mengadopsi resolusi untuk menjatuhkan sanksi, seperti larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap orang-orang yang terkait dengan serangan.
“Adalah kewajiban dewan bertindak cepat untuk menunjukkan bahwa kita serius soal Investigasi Gabungan dengan bertanggung jawab secara penuh,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power.
Rusia, sekutu dekat Suriah, beserta China, sebelumnya telah melindungi pemerintah Suriah dari beberapa sanksi atau resolusi yang akan dijatuhkan DK. (stu)