Jenderal Joseph Vitel, komandan pasukan AS di Timur Tengah, kepada CNN mengatakan bahwa penolakan untuk mengikuti perintah itu terjadi dalam pertempuran baru-baru ini dalam upaya perebutan Kota Manbij di Suriah.
Votel mempertanyakan sejauh mana komando dan kontrol pemimpin ISIS terhadap militannya, namun ia mengakui kelompok militan itu memiliki “jaringan kuat” yang bergantung pada “pedoman dari pemimpin sentral.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Votel juga mengatakan ISIS akan membuat keputusan sulit soal “daerah mana yang harus mereka pertahankan", karena terus terdesak baik di Irak dan Suriah.
Sementara itu, milisi Kurdi Suriah (YPG) menyetujui inisiasi dari Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran melawan pasukan Turki di wilayah Suriah utara. Sejak pekan lalu, Turki mengerahkan pasukan ke Suriah untuk membersihkan wilayah perbatasan dari militan ISIS dan pasukan Kurdi. (stu)