Skandal ini disebut sebagai yang terbesar yang pernah terjadi dalam sektor perkeretaapian di Taiwan, dengan tujuh pejabat Badan Kereta Api Taiwan (TRA) yang terlibat. Semuanya disebut menerima gratifikasi dalam bentuk layanan seks sebagai imbalan mengamankan kontrak delapan proyek rel kereta api senilai lebih dari Tw$1,1 miliar atau setara Rp459 miliar dalam enam tahun terakhir.
Semuanya divonis pada Selasa (30/8) kemarin di pengadilan distrik Taichung, Taiwan tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat TRA Cheng Wen-chung menerima hukuman terberat dengan 17 tahun penjara setelah menerima kunjungan 100 hostes.
Staf TRA Chang Ching-tsai dipenjara selama 15 tahun karena menerima layanan seks bayaran untuk membantu perusahaan-perusahaan lulus pemeriksaan kualitas.
Lima pejabat lain dibebaskan dari kasus korupsi dan hanya melakukan "kelalaian administratif." (stu)