Pembicaraan perdamaian antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diinisiasi PBB terhenti bulan ini. Bersama dengan pasukan yang setia dengan mantan presiden Ali Abdullah Salleh, Houthi terus meluncurkan serangan penembakan ke arah negara tetangga, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Reuters di Beijing, Rabu (31/8), Jubeir menyatakan bahwa kini keputusan ada di tangan Houthi apakah dialog damai bisa kembali dilakukan.
"Satu hal yang pasti, yang tidak bisa dipertanyakan lagi, adalah bahwa mereka tidak akan diperbolehkan mengambil alih Yaman. Titik. Jadi, pemerintah yang sah akan dipertahankan," kata al-Jubeir.
"Peluang yang mereka punya adalah memasuki proses politik dan mencapai kesepakatan. [Ini] untuk kepentingan seluruh rakyat Yaman termasuk Houthi," ujarnya.
Di hari yang sama, dalam pidato di hadapan mahasiswa di Universitas Beijing, Jubeir mengecam Iran.
"Kami lihat Iran mendukung Houthi di Yaman dan mencoba mengambil alih pemerintah, memasok senjata bagi Houthi, menyelundupkan bahan peledak ke Bahrain, Kuwait dan Arab Saudi," katanya.
"Kami harap kami bisa menjadi tetangga yang baik seperti sebelum revolusi 1979," ujar Jubeir.
"Terserah pada Iran untuk memperbaiki sikapnya," tuturnya.
Saudi dan sekutunya menuding Houthi sebagai perpanjangan tangan dari Iran. Sejak Maret 2015, Saudi meluncurkan intervensi militer di Yaman, dengan tujuan untuk mengembalikan kekuasan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi, yang terusir dari ibu kota Sanaan dan kini berbasis di Aden.
Sementara Houthi bersikukuh untuk tetap meluncurkan pemberontak. Untuk menggalang kekuatan, Houthi membentuk aliansi dengan pendukung presiden Yaman sebelumnya, Ali Abdullah Saleh.
Houthi dan GPC menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, sementara pasukan pemerintahan yang terusir mengontrol sejumlah wilayah yang tersisa di negara itu.
PBB melaporkan setidaknya 10 ribu orang tewas di Yaman akibat konflik yang sudah berlangsung selama 18 bulan. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibanding data resmi dari berbagai pejabat dan pekerja kemanusiaan.