Dilaporkan Reuters, Militer Israel memutuskan menyerang sejumlah sasaran di Suriah pada awal pada Selasa (13/9), hanya beberapa jam setelah serangan bom mortir yang berasal dari pertempuran sejumlah faksi di Suriah mendarat di Daratan Tinggi Golan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Lt. Col. Peter Lerner membantah bahwa ada sebuah pesawat tempur Israel yang ditembak jatuh. Ia menyatakan "serangan rudal darat-ke-udara diluncurkan dari Suriah setelah operasi militer untuk menargetkan sejumlah posisi artileri di Suriah. Tidak ada pesawat IDF yang ditembak jatuh," dikutip dari CNN.
Serangan bom yang mengenai Daratan Golan terjadi hanya beberapa jam setelah penerapan gencatan senjata itu di seluruh penjuru Suriah, yang didukung oleh Amerika Serikat dan Rusia dalam upaya untuk menghentikan perang saudara yang telah berlangsung selama lima tahun itu.
Israel merebut Golan, dataran tinggi strategis, dari Suriah dalam perang Timur Tengah tahun 1967, dan mulai menduduki wilayah ini sejak 1981, meski hingga kini belum mendapat pengakuan internasional.
Hingga saat ini, belum ada laporan soal korban akibat bom mortir yang jatuh di kawasan yang diduduki Israel itu. Militer Israel menyatakan "jet tempur menargetkan posisi artileri rezim Suriah di pusat Dataran Tinggi Golan itu."
Daerah ini berdekatan dengan lokasi pertempuran antara sejumlah faksi yang bertikai di Suriah. Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, dan reaksi yang diluncurkan Israel juga sama, yakni menggempur sejumlah target di Suriah.
Militer Israel mengklaim bahwa ini merupakan serangan "balas dendam" keempat atas serangan yang mengenai wilayah Israel. (ama)