Seperti dilansir Reuters, kemampuan nuklir Korut sebenarnya masih terus dipertanyakan. Namun setelah Korut melakukan tes nuklir kelima pada Jumat pekan lalu dan diduga siap mengadakan uji coba lanjutan, para ahli senjata mulai memperkirakan Pyongyang memiliki material yang cukup untuk membuat bom nuklir.
Seorang ahli mengenai program nuklir Korut, Siegrfried Hecker, program Korut ini mulai digencarkan sejak satu dekade lalu. Program ini diperkirakan dapat melakukan pengayaan uranium hingga 150 kilogram dalam satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan tersebut, Hecker yang pernah menyambangi fasilitas nuklir Korut di Yongbyon pada 2010 juga menyebutkan adanya persediaan plutonium sekitar 32-54 kilogram. Dengan demikian, Korut dapat memiliki sekitar 20 bom nuklir pada akhir 2016.
Laporan persediaan plutonium Korut ini diperkirakan akurat, meski tak bisa diverifikasi langsung ke pihak Korut. Pasalnya, para ahli dan pemerintah dapat memperkirakan produksi plutonium dari tanda-tanda operasi reaktor melalui citra satelit.
Hacker menangkap sinyal adanya teka-teki lanjutan dari Korut karena tak ada ahli Barat yang dapat memperkirakan seberapa mutakhir perkembangan senjata nuklir Pyongyang.
Korut sendiri mengklaim bahwa uji coba nuklir terakhir pada pekan lalu merupakan bukti bahwa mereka dapat membangun hulu ledak nuklir pada rudal balistik jarak menengah. (stu/stu)