Penjabat penasihat keamanan nasional Israel, Jacob Nagel dan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Tom Shannon, menandatangani kesepakatan tersebut di Kementerian Luar Negeri AS, yang mengakhiri perdebatan berbulan-bulan mengenai rincian paket bantuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama negara Israel masih ada, Amerika Serikat selalu menjadi sahabat dan mitra terbaik Israel, fakta yang kembali ditegaskan hari ini," kata Obama.
"Komitmen pada keamanan Israel tak tergoyahkan dan didasarkan pada perhatian tulus dan mengikat bagi kesejahteraan rakyat Israel dan masa depan Negara Israel," katanya sebagaimana dikutip dari AFP.
Kesepakatan tersebut mencakup periode 2019 hingga 2028, dan AS memberi Israel bantuan dana US$3,3 miliar (setara Rp43,53 triliun) per tahun, atau naik dari saat ini US$3,1 miliar (sekitar Rp40,9 triliun), serta US500 ribu (sekitar Rp6,6 miliar) untuk pertahanan rudal.
Israel merupakan penerima dana bantuan militer tunggal terbesar dari Kementerian Luar Negeri AS, dan juga memperoleh beberapa bantuan dana langsung dari Pentagon untuk sejumlah proyek tertentu.