Pernyataan itu dirilis oleh kantor berita ISIS, Amaq, menyusul serangan namun tak bisa diverifikasi langsung.
FBI menyebut serangan ini sebagai “tindakan potensial terorisme.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami sangat mengkhawatirkan potensi serangan balik,” kata Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam-Amerika, CAIR cabang Minnesota. “Kami mengetahui lebih banyak pengorganisasian anti-Muslim di St. Cloud dan kami harap mereka tidak menggunakan insiden ini untuk memecah…komunitas kita.”
Ahmed Said, direktur eksekutif Dewan Hubungan Somalia Amerika, sebelumnya mengatakan bahwa tidak jelas apakah agama menjadi motif serangan, namun membenarkan bahwa pelaku serangan merupakan keturunan Somalia.
Serangan di Minnesota ini terjadi di hari yang sama dengan ledakan di Mahattan, New York, yang melukai 29 orang, serta ledakan di dekat yayasan Korps Marinir di New Jersey. (stu)