Diberitakan Reuters, pesawat Saudi Arabian Airlines nomor penerbangan 872 dari Jeddah ke Manila tertahan di Bandara Internasional Ninoy Aquino setelah pilot memberi kode "Squawk 7500" ke menara pengawas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer bandara Edmund Monreal mengatakan, ternyata kode itu palsu, tidak sengaja tertekan. Namun pihak bandara tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan pesawat.
"Kru pesawat mengatakan itu kesalahan. Tapi kami tidak bisa main-main dengan keamanan dan keselamatan," kata Monreal.
"(Tombolnya) tidak sengaja tertekan. Tapi masalahnya, tombolnya tertekan dua kali." lanjut dia.
Monreal mengatakan pesawat tetap diperiksa menyeluruh sebagai bagian dari prosedur keamanan.
Roberto Lim, dirjen penerbangan di Kementerian Transportasi Filipina mengatakan polisi masih "mencari tahu mengapa sinyal pembajakan dikeluarkan pilot. Akan ada yang diinterogasi." (den)