"Saya hanya akan tetap menjadi prajurit revolusi yang sederhana dan pelayan masyarakat," ujarnya, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Khamenei, yang merupakan tokoh pengambil keputusan di Iran, pada Senin (26/9) menyebutkan bahwa jika Ahmadinejad mencalonkan diri kembali maka akan menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat Iran dan "menciptakan perpecahan di negara yang saya yakin penuh perdamaian."
Dengan konfirmasi ini, presiden petahana Hassan Rouhani dipastikan tak harus menghadapi Ahmadinejad dalam upayanya mencalonkan diri untuk periode kedua untuk meraih dukungan pada pilpres yang digelar Mei tahun depan. Namun, Rouhani diperkirakan akan menghadapi penantang yang tidak setuju atas kesepakatannya dengan Barat.
Ahmadinejad terkenal sebagai tokoh garis keras yang meningkatkan isolasi internasional terhadap Iran, akibat menolak bernegosiasi soal program nuklir dengan sejumlah negara kuat.
Ia terpilih sebagai presiden pada 2009 dan terpilihnya kembali dia dalam pemilu tahun 2009 memicu aksi protes terbesar dalam sejarah Iran, menyebabkan sejumlah orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap.
Hukum Iran melarang seorang presiden untuk memerintah dalam tiga periode berturut-turut. Sehingga, Ahmadinejad hanya dapat menjabat kembali sebagai presiden setelah kepemimpinan Rouhani berakhir. (ama)