Kartun yang dikenal dengan mana Pepe Si katak masuk dalam daftar ikon atau simbol kebencian versi Anti-Defamation League, sebuah lembaga anti-rasisme dan semitisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh alt-right, kartun Pepe si Katak dijadikan meme, diubah menggunakan kumis seperti Hitler, atau jubah bertudung lancip Ku Klux Klan. "Gambar itu digunakan untuk mengincar Yahudi dan pengguna Twitter lainnya," tulis Jonathan A. Greenblatt, direktur utama Anti-Defamation League.
"Sekali lagi, para rasis dan pembenci menggunakan meme internet yang populer dan menggunakannya untuk tujuan menyebarkan kebencian dan melecehkan orang lain," lanjut Greenblatt.
Anti-Defamation League mendata lebih dari 150 simbol dan gambar yang dianggap penghinaan. Pengumpulan data bernama Hate on Display itu dimulai sejak tahun 2000 untuk melacak kelompok-kelompok rasis dan membantu mengidentifikasi bentuk ekstremisme dan anti-semit.
Juni lalu, organisasi ini memasukkan simbol "echo" yang berupa tiga tanda kurung setelah digunakan oleh gerakan alt-right untuk menghina jurnalis Yahudi. (stu)