Dalam pidatonya di Kota Davao usai kunjungan di Vietnam, Jumat (30/9), Duterte mengatakan bahwa beberapa pengkritiknya menyebut dia adalah "sepupunya Hitler."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duterte yang menjabat pada 30 Juni sebagai Presiden membuktikan janji kampanyenya untuk menghabisi para bandar dan pecandu narkoba. Pada kampanye saat itu bahkan Duterte mengatakan akan membuang mayat bandar narkotika di laut untuk makanan ikan.
Sejak Duterte memimpin, telah lebih dari 3.000 orang tewas di jalanan akibat tembakan polisi atau warga, kebanyakan adalah bandar dan pengguna narkotika.
Akibat kebijakan tembak mati yang diterapkan Duterte, lembaga HAM dan organisasi internasional melancarkan kecaman. Namun Duterte seakan tidak peduli.
"Kalian tahu para korban saya. Saya ingin semua penjahat dihabisi untuk menghentikan masalah di negara ini dan menyelamatkan generasi selanjutnya dari kemusnahan," tegas Duterte.
(den)