Drone itu dinamakan Saegheh atau petir. Pesawat tanpa awak ini diperlihatkan dalam sebuah pameran teknologi udara Garda Revolusi Iran, Sabtu (1/10).
“Drone jarak jauh ini mampu menembak 4 target dengan bom presisi yang dikendalikan dari jauh, dengan akurasi tinggi,” tutur komandan sayap udara Garda Revolusi, Amir Ali Hajizadeh kepada kantor berita IRNA, seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari foto yang diambil oleh kantor berita Tasnim memperlihatkan kemiripan Saegheh dengan RQ-170 Sentinel yang ditembak jatuh oleh tentara Iran pada Desember 2011.
Iran juga pernah mengklaim telah menangkap tiga drone ScanEagle milik AS.
Presiden AS Barack Obama pernah meminta Iran mengembalikan RQ-170, sebab pesawat itu kepunyaan angkatan bersenjata AS yang berpangkalan di Afghanistan. Tapi Iran meminta AS minta maaf karena telah memata-matai negara itu dengan pesawat tanpa awak.
(ded/ded)